Just realised, it’s really a huge responsibility when someone’s future is on our hand.

When we stamp the paper, it means we’re giving someone an opportunity to show his or her ability. It may change his or her whole life after.

~~

Sebuah pengalaman tak terlupakan ketika mendapat kesempatan menjadi tim visitasi untuk seleksi program Bidikmisi. Saya dan tim harus mengunjungi langsung rumah-rumah dari para calon penerima beasiswa untuk verifikasi data, apakah beasiswa yang akan diberikan akan tepat sasaran atau tidak.

Kami mengunjungi satu per satu rumah para calon penerima beasiswa, kemudian bersilaturahim dengan orang tua wali. Sebagian besar mereka berasal dari keluarga kurang mampu. Hidup dengan keadaan yang sangat pas-pasan. Tinggal dari rumah kontrakan satu ke rumah kontrakan lain.
Beberapa bahkan tidak mampu untuk sekedar mendaftar melalui jalur reguler, karena keterbatasan biaya.

Namun, keinginan untuk mengubah nasib keluarga tampak menyala dari sorot mata mereka. Mereka berusaha menunjukkan bahwa keterbatasan ekonomi keluarga, bukan penghalang mereka untuk mengejar cita-cita. Mereka berusaha untuk berprestasi di sekolah masing-masing, dan mengembangkan diri di berbagai kegiatan ekstra kulikuler.

Hal itu juga didukung oleh para orang tua yang saya temui, yang sudah menyadari bahwa melalui pendidikanlah, nasib anak-anak mereka akan lebih baik.

Ah, indah sekali.

Mudah-mudahan, setelah mendapatkan kesempatan untuk belajar lebih tinggi lagi, mereka bisa mencapai apa yang mereka impikan. Derajat keluarga akan terangkat. Kesejahteraan pun akan meluas.

Mungkin akhir-akhir ini kita disibukkan oleh curhatan dan saling menggunjing di sosial media tentang berbagai hal. Nah, cobalah tutup sejenak gadget kita dan melangkahlah keluar. Mungkin tak jauh dari tempat kita tinggal ternyata ada lilin-lilin yang menunggu untuk kita nyalakan. Ada impian-impian yang membutuhkan uluran tangan untuk diwujudkan.

Rasanya, percuma saja kita berteriak soal ini dan mendebatkan soal itu. Kalau ternyata langkah nyata kita tidak pernah menunjukkan, bahwa kita sedang berusaha mengangkat derajat kemanusiaan.

Karena pada hakikatnya, kita tidak hidup sendiri di dunia ini. Karena Yang di Atas memberi tugas pada kita untuk menjadi rahmat bagi semesta alam.

Sudahkah kita?

Advertisements