“Kira-kira” adalah ungkapan yang biasa digunakan ketika kita menakar sesuatu. Biasanya digunakan ketika kita tidak yakin dengan apa yang kita fikir dengan realita yang ada.

Di saat kita membutuhkan kepastian, termasuk kepastian waktu, akan sedikit terasa meragukan jika seseorang mengungkapkan kata-kata ini di awal sebuah komitmen.

Misalnya saat menunggu pesawat di bandara, bagian informasi mengungkapkan “Pesawat akan diberangkatkan kira-kira pukul 16.20”

Rasanya bagian informasi seperti masih ragu, apakah pesawat benar-benar akan siap pada jam yang dimaksud, atau akan ada kemungkinan molor. Sedangkan pada versi bahasa asingnya, kata “kira-kira” ini tidak disebutkan.

Apakah ini ada kaitannya dengan budaya kita yang memang sulit berkomitmen soal waktu? Atau ini merupakan bentuk penghalusan terhadap cara kita mengungkapkan waktu?

Kalau misalnya ada perempuan yang menanyakan kepada kekasihnya, “Mas kapan akan melamarku?”

“Kira-kira dua tahun lagi ya,” jawab si lelaki.

Atau ketika laki-laki menanyakan, “Dek, kapan kira-kira Adek siap Abang lamar?”

Lalu si perempuan menjawab, “Kira-kira tiga tahun lagi ya Bang.”

Lalu bagaimana perasaanmu sebagai pihak yang akan serius, dalam menilai komitmen waktu calonmu?

Advertisements